Your Cozy Corner

My Investment and Money Parenting Journey

62 comments

Pernah nggak kalian merasa sangat miskin karena uang di tangan hanya cukup untuk makan hari ini? Kalau pernah, kita sama.

Awal menikah, aku dan suami adalah dosen luar biasa di sebuah universitas di kotaku. Dosen luar biasa ini merupakan dosen tidak tetap yang digaji per sks. Dengan kata lain, dosen luar biasa bisa dikatakan sama dengan dosen honorer.

Sistem penggajian di tempatku bekerja untuk dosen honorer adalah setiap satu semester sekali. Kala itu gaji dosen honorer per sks hanyalah Rp 35.000. Rata-rata, aku dan suami mendapat jatah 9 sks tiap semester. Ditambah uang membuat soal ujian dan koreksi, penghasilan kami berdua kalau ditotal sekitar 10 juta untuk enam bulan.

Bagi kami, 10 juta untuk enam bulan merupakan jumlah yang sangat kecil karena harga sewa kamar kos kami saja per bulan 1,1 juta. Dikurangi biaya kos, kami hanya memiliki sisa uang sekitar 3,4 juta untuk enam bulan. Ini artinya, setiap bulan jatah belanja kami tidak sampai 600 ribu. Cukup? Tentu saja kurang.

Sedikit demi sedikit, tabungan yang kami punya habis untuk memenuhi biaya hidup. Apalagi beberapa bulan setelah menikah aku hamil. Uang ludes untuk biaya kontrol kehamilan dan juga membeli vitamin.

Kami sempat berusaha menambah penghasilan dengan berjualan di car free day. Namun, usaha kami kian mundur seiring bertambah besarnya kehamilanku. Mau tidak mau, kami harus mencari penghasilan lain dengan melakukan berbagai kerja freelance.

Menyambut kelahiran anak pertama kami di tahun 2018, suami diterima menjadi dosen tetap non PNS di kampus kami. Namun demikian, gaji yang meningkat rupanya tetap tidak membuat kami bisa menabung. Semuanya habis untuk membayar daycare dan vaksin anak kami, membeli popok dan kebutuhan lainnya.

Satu-satunya kesempatan kami menabung adalah saat uang bonus semesteran suami cair. Tetapi bukannya ditabung, uang itu justru sebagian besar kami gunakan untuk berbelanja. Hanya sedikit sekali yang kami sisihkan untuk ditabung.

Hal ini kami lalui selama dua tahun. Sampai akhirnya di penghujung tahun 2019 aku bertekad untuk memperbaiki keuangan keluarga. Resolusi tahun baru 2020 salah satunya adalah bisa menabung lebih banyak. Bagaimana caranya?

Langkah Mengelola Keuangan

Aku mencari tahu bagaimana cara mengelola uang dengan mengikuti berbagai kursus dan webinar keuangan. Hingga akhirnya aku melakukan beberapa langkah secara konsisten untuk memperbaiki dan mengelola keuanganku.

langkah melakukan financial planning
Langkah Mengelola Keuangan

1. Financial Check Up

Satu hal yang harus ada dalam mengelola keuangan tentu saja adalah uangnya. Oleh karena itu hal pertama yang harus kita lakukan sebelum memulai financial planning adalah financial check up. Apakah benar kita memiliki uang untuk dikelola? Lalu, apa saja yang bisa kita cek saat melakukan financial check up?

Cashflow Bulanan dan Tahunan

Cara melihat bagaimana performa cashflow bulanan kita adalah dengan mencatat semua pengeluaran dan pemasukan dengan rinci dalam satu bulan. Aku pribadi sampai sekarang pun masih mencatatnya.

Dari catatan tersebut akan terlihat apakah cashflow kita positif (pemasukan lebih besar daripada pengeluaran) atau negatif (pengeluaran lebih besar daripada pemasukan). Selain itu kita juga bisa mendetili di bagian mana saja terjadi pengeluaran-pengeluaran yang berlebihan dan bisa kita pangkas.

Mirip seperti cashflow bulanan, kita juga harus mencatat dan melihat bagaimana cashflow tahunan kita. Bedanya tentu pemasukan yang kita tulis adalah pemasukan tahunan (tidak termasuk pendapatan bulanan) seperti THR, bonus akhir tahun dll. Sedangkan pengeluaran tahunan meliputi membayar pajak, annual fee sekolah anak dan sebagainya.

Nah, setelah dicek kita bisa melihat apakah cashflow kita positif atau negatif? Kalau negatif, coba kurangi pengeluaran dan tambah penghasilan. Kalau positif berarti bagus tetapi tidak ada salahnya juga mencari penghasilan tambahan.

Aset 

Catat semua aset yang kita miliki baik yang likuid maupun yan tidak likuid. Aset likuid bisa berupa uang cash, tabungan, dan aset investasi di pasar modal. Sedangkan aset tidak likuid contohnya adalah tanah, rumah, perhiasan dan kendaraan.

Berapa banyak aset likuid yang kita miliki? Aset likuid ini erat kaitannya dengan dana darurat. Minimal banget, kita harus pegang uang cash sebesar tiga kali pengeluaran bulanan. Ini sebenarnya nominal dana darurat untuk single. Kalau sudah menikah idealnya dana darurat yang dimiliki adalah sebesar enam kali pengeluaran bulanan. Dan jika sudah memiliki anak maka dana darurat minimal adalah 12 kali pengeluaran bulanan.

Kalau dihitung, 12 kali pengeluaran bulanan itu nominalnya lumayan besar. Nah, daripada semuanya disimpan dalam bentuk uang cash yang bisa tergerus inflasi, kita bisa menyimpannya di produk likuid lainnya seperti logam mulia atau reksa dana pasar uang. Cukup sisihkan tiga sampai enam kali pengeluaran bulanan saja yang disimpan dalam bentuk cash.

Utang

Selain aset, utang juga perlu dicatat baik utang jangka pendek, menengah maupun utang jangka panjang. Boleh kok punya utang, tetapi sebaiknya cicilannya tidak lebih dari 30% penghasilan. Nah sekarang coba cek, apa saja utang yang dimiliki dan berapa besarannya?

Kalau jumlah utang terlalu besar dan banyak jenisnya sebaiknya dirinci satu per satu. Financial planning tidak akan berjalan lancar jika utang kita terlalu banyak. Oleh karena itu, jika punya utang usahakan melunasinya lebih dulu.

Bagaimana cara melunasi utang yang terlalu banyak? Setelah menulis dengan rinci setiap jenis utang dan nominalnya, urutkan dan lunasi utang mulai dari yang nominalnya terkecil. Nominal kecil tentu lebih mudah untuk dilunasi bukan. 

2. Melakukan Budgeting

Jika kita sudah memangkas pengeluaran-pengeluaran yang berlebihan dan tidak penting, sekarang saatnya kita hitung ulang untuk melakukan budgeting. Tentu setiap orang memiliki prioritas dan keadaan finansial yang berbeda.

Setelah melakukan budgeting, kita harus disiplin dalam mengeluarkan uang. Biasanya begitu gajian aku langsung membagi-bagi uang ke dalam sekat-sekat dompet sesuai keperluan. Jadi, uang sayur, uang bensin, uang jajan anak dll semuanya terpisah. Semua harus on budget.

3. Menyiapkan Dana Darurat

Saat melakukan budgeting, aku menyadari bahwa penghasilan bulanan suami sangat ngepres untuk hidup sehari-hari. Untuk tabungan, aku menyisihkan dari uang bonus semesteran suami dan juga dari penghasilanku sebagai dosen honorer yang sekarang sudah lumayan meningkat menjadi Rp 85.000 per sks. Selain itu aku juga kerap melakukan side hustle untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Karena kami tidak memiliki utang, fokus tabungan kami adalah memenuhi dana darurat sebesar 12 kali pengeluaran bulanan. Dengan hidup sesuai budget, kami berhasil mengumpulkan dana darurat dalam kurun waktu tidak sampai dua tahun. Kalau masih struggling melunasi utang, pasti mengumpulkan dana darurat semakin berat. Namun tidak apa-apa, pelan-pelan saja yang penting konsisten.

Sebenarnya banyak versi untuk menghitung dana darurat, sesuaikan saja dengan preferensi masing-masing. Intinya, berapa minimal uang cash yang harus dimiliki agar kita merasa aman? Kita sendiri yang bisa menjawabnya.

4. Membeli Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa

Idealnya, minimal kita punya asuransi kesehatan BPJS untuk jaga-jaga kalau sakit dan butuh biaya perawatan. Kalau dirasa perlu, mau membeli asuransi kesehatan lainnya juga boleh. Kalau pun tidak ingin membeli asuransi juga tidak apa-apa yang penting usahakan punya tabungan yang cukup untuk menutup biaya kesehatan.

Selain asuransi kesehatan, asuransi jiwa juga disarankan untuk sang pencari nafkah di rumah. Misalkan di rumah yang mencari nafkah adalah suami, maka beli asuransi jiwa untuk suami. Tidak perlu beli asuransi untuk istri karena kalau istri meninggal kan tidak berpengaruh apa-apa terhadap keuangan. Beda kalau pencari nafkah yang meninggal maka otomatis pemasukan akan hilang.

Kenapa asuransi jiwa ini penting? Jelas, agar keluarga yang ditinggal bisa bertahan hidup dan anak-anak bisa tetap sekolah. At least sampai keluarga yang ditinggal bisa mencari nafkah sendiri.

Kalau ngomongin soal asuransi, mindset yang harus dipakai adalah bahwa asuransi ini proteksi. So, jangan berharap untung atau uang kembali. Misalnya udah membeli asuransi jiwa sekian juta tapi tidak meninggal lalu uangnya hilang, ya tidak apa-apa toh bisa tetap mencari nafkah.

Rugi dong? Ya tidak.

Analoginya adalah seperti menggaji satpam. Kita membayar satpam untuk menjaga rumah. Apakah kalau rumah kita aman dari maling lalu kita akan ambil lagi gaji si satpam? Kan tidak. Justru seharusnya senang karena tidak kemalingan.

Jika kondisi keuangan belum memungkinkan untuk membeli asuransi jiwa, tidak perlu risau. Nanti sedikit demi sedikit jika uangnya sudah ada, kita bisa membelinya meskipun yang uang pertanggungannya minimal. Seiring membaiknya keuangan, semoga kita bisa membeli asuransi jiwa dengan uang pertanggungan sesuai harapan.

5. Investasi

Satu tahun setelah belajar mengelola keuangan dan mengumpulkan dana darurat, aku sadar bahwa semakin hari nilai uang semakin berkurang karena inflasi. Gorengan yang awalnya lima ratusan, sekarang jadi dua ribu dapat tiga. Aku harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan nilai uangku. Iya, caranya adalah dengan investasi.

Langkah Memulai Investasi

Sebagai pemikir yang hati-hati akhirnya aku memutuskan untuk belajar investasi lebih dulu sebelum benar-benar melakukannya. Sama seperti waktu belajar mengelola uang, aku pun mengikuti berbagai macam kelas investasi. Ternyata, ada beberapa hal yang harus dipahami sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

langkah memulai investasi
Langkah-langkah Investasi

1. Kenali Diri, Tipe Investor Apakah Kamu?

Secara umum ada tiga tipe investor dalam melakukan investasi. Dengan mengenali tipe investor apakah kita, maka akan lebih mudah dan tepat untuk memilih produk investasi yang cocok dengan diri kita.

Tipe Konservatif

Investor konservatif adalah tipe yang mengedepankan kepastian dan rasa aman. Orang dengan tipe ini cenderung hanya mampu menanggung risiko kerugian investasi sebesar 0-5%. Jadi misalkan uang yang diinvestasikan sebesar satu juta, kehilangan lima puluh ribu sudah bikin deg-degan.

Tipe Moderat

Selangkah lebih maju dari konservatif, investor moderat sudah agak berani menanggung risiko kerugian investasi yang lebih besar yaitu 5-15%. Ibaratnya, mereka berani kehilangan uang 150 ribu saat berinvestasi satu juta.

Tipe Agresif

Mengharapkan return investasi lebih dari 15%, investor tipe agresif pun berani menanggung risiko kerugian investasi lebih dari 15% bahkan sampai minus.

Nah, sekarang coba refleksikan saja ke dalam diri masing-masing. Kira-kira, dengan uang sepuluh juta, seberapa banyak kita sanggup menanggung kerugian?

2. Menentukan Jangka Waktu Investasi

Setelah mengenal tipe investor di dalam diri kita, langkah selanjutnya adalah menentukan tujuan dan jangka waktu investasi. Jangka waktu investasi sangat perlu dipertimbangkan dalam memilih produk investasi agar dapat meminimalisir risiko serta juga agar return yang kita peroleh lebih optimal. Pada dasarnya ada tiga jangka waktu investasi secara umum yang dapat dijadikan patokan.

Jangka Pendek

Investasi jangka pendek berkisar antara 1-3 tahun. Dalam jangka waktu yang relatif pendek seperti ini maka produk investasi yang cocok adalah yang memiliki risiko kecil seperti reksa dana pasar uang, atau deposito.

Jangka Menengah

Investasi jangka menengah biasanya mulai dari 3-5 tahun. Produk investasi yang cocok adalah yang memiliki return menengah pula seperti reksa dana pendapatan tetap, atau ETF.

Jangka Panjang

Jika kita mau berinvestasi lebih dari lima tahun, maka produk investasi yang cocok adalah saham, reksa dana saham, logam mulia atau properti.

3. Memilih Produk Investasi

Produk investasi terbagi ke dalam dua jenis yaitu sektor riil dan sektor non riil.

Produk investasi sektor riil meliputi logam mulia, tanah, rumah atau properti lainnya. Secara umum produk-produk tersebut cocok untuk jangka panjang.

Produk investasi sektor non riil berupa obligasi, tabungan, deposito dan produk pasar modal. Apa saja produk pasar modal yang bisa menjadi pilihan investasi? Ada saham, reksa dana, dan ETF (reksa dana yang diperdagangkan seperti saham).

Saham merupakan bukti kepemilikan perusahaan dan cocok untuk investasi jangka panjang. Return dari saham tergolong besar tetapi disertai dengan risiko yang besar pula.

Biasanya, selain mendapatkan return berupa capital gain, kita juga berpotensi mendapatkan dividen dari perusahaan. Maka, penting bagi seorang investor untuk melakukan analisa baik fundamental maupun teknikal sebelum membeli saham.

Namun demikian, jika kita merasa belum mampu untuk melakukan analisa fundamental dan teknikal dengan baik, maka reksa dana bisa jadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

Investasi Reksa Dana, Satu untuk Semua

Reksa dana adalah sebuah wadah untuk menghimpun dana dari investor yang kemudian diinvestasikan dan dikelola oleh manajer investasi. Intinya, kita percayakan uang kita kepada manajer investasi yang tentu lebih ahli dari kita untuk menginvestasikan uang kita.

Nantinya, manajer investasi jugalah yang akan mengelola seberapa porsi uang kita yang akan diinvestasikan ke saham, obligasi, atau deposito. Dengan demikian dana kita akan terdiversifikasi sehingga dapat meminimalisir risiko.

Kenapa aku bilang bahwa investasi reksa dana itu satu untuk semua? Karena reksa dana bisa dibeli oleh investor mahir maupun pemula dan bisa digunakan untuk semua jangka waktu baik jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang.

1. Jenis Reksadana

Ada empat jenis reksa dana yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia yaitu reksa dana pasar uang (RDPU), reksa dana pendapatan tetap (RDPT), reksa dana saham (RDS) dan reksa dana campuran.

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)

Pada reksa dana pasar uang, dana investor paling banyak diinvestasikan pada deposito, Sertifikat Bank Indonesia maupun obligasi. Dengan demikian RDPU memiliki risiko yang kecil dan cocok untuk investor konservatif yang ingin berinvestasi dalam jangka pendek.

Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)

Sedikit berbeda dengan RDPU, dana pada RDPT biasanya ditempatkan pada Surat Berharga Negara dan obligasi BUMN/Swasta. Dengan return yang lebih besar dari RDPU, risikonya juga sedikit lebih besar. Maka, RDPT cocok untuk investor moderat dan cocok untuk dijadikan investasi jangka menengah.

Reksa Dana Saham (RDS)

Reksa dana saham menempatkan dana investasi sebagian besar pada saham. Risikonya terbilang tinggi. Cocok untuk investasi jangka panjang dan untuk investor moderat maupun agresif.

Reksa Dana Campuran

Reksa dana campuran menempatkan dana investor pada obligasi, deposito, SBI dan juga saham dengan prosentase yang lebih fleksibel. Reksa dana campuran bisa digunakan untuk investasi jangka menengah maupun panjang dan cocok untuk investor moderat maupun agresif.

2. Cara Memilih Reksadana

Yang sebaiknya dilakukan sebelum membeli reksa dana adalah membaca prospectus dan fund fact sheet reksa dana tersebut. Meskipun sebenarnya tidak terlalu mudah juga membacanya tetapi tidak serumit melakukan analisa saham.

Berdasarkan Kinerja Reksa Dana

Intinya yang harus dipertimbangkan adalah kinerja reksa dana tersebut sesuai dengan jangka waktunya. Kalau reksa dana pasar uang maka lihat bagaimana kinerjanya selama 1-3 tahun terakhir. Kalau RDPT juga bisa dilihat kinerjanya selama 3-5 tahun terakhir dan seterusnya.

Kinerja yang kita lihat secara mundur memang bukan prediksi bagaimana kinerja reksa dana di masa depan. Namun, dengan data historis tersebut setidaknya kita dapat melihat trend dari reksa dana. Kalau trendnya naik, berarti kinerja reksa dana tersebut bagus dan sebaliknya.

Selain melihat dari trend, kinerja reksa dana juga bisa dilihat berdasarkan benchmarknya. Misalnya, jika return RDS lebih besar dari IHSG maka kinerja RDS tersebut bagus karena benchmark reksa dana saham adalah IHSG.

Berdasarkan Manajer Investasi

Pastikan reksa dana dan juga manajer investasi terdaftar di OJK. Jangan pernah sekalipun mempercayakan uang kita pada perorangan atau badan yang tidak memiliki izin dari OJK.

Selain itu lihat sudah berapa lama manajer investasi tersebut mengelola reksa dana. Semakin lama tentu semakin berpengalaman. Kalau perlu kita kepoin sedetil mungkin sepak terjang manajer investasi tersebut. Pernah terkena kasus kah? Atau justru sering mendapatkan penghargaan?

Sebagai contoh, mari kita tinjau salah satu manajer investasi yang ada di Indonesia yaitu Eastspring Investment. Namun sebelum itu, kalian pasti tidak asing dong kalau mendengar kata Prudential? Iya, perusahaan jasa keuangan yang telah tersebar di berbagai negara baik di Asia, Eropa bahkan hingga Amerika. Nah, Eastspring Invesment ini adalah manajer investasi terbesar di Indonesia yang merupakan bagian dari Prudential plc.

Eastspring Investment
Eastspring Investment

Eastspring Investmen berdiri di Indonesia pada tahun 2011, sedangkan kantor pusat yang berada di Singapura sudah ada sejak tahun 1994. 

Berbekal pengalaman mengelola dana nasabah lebih dari 25 tahun, Eastspring Investment berkomitmen untuk memberikan hasil investasi berkualitas tinggi kepada nasabah. Tidak tanggung-tanggung, dana kelolaan Eastspring Investment secara global mencapai USD 254 miliar.

Sejak tahun 2017, Eastspring Investment telah mendapatkan berbagai penghargaan di Indonesia. Tahun 2021 kemarin Eastspring Investmen memperoleh Silver Champion for category Best Fixed Income untuk performa 3 tahun dan juga 5 tahun. Selain itu, Eastspring Investment juga masuk ke dalam Top Investment House, Asian Local Currency Bond Bencmark Review 2021.

Terdapat 20 reksa dana yang dikelola oleh Eastspring Investment, baik reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana indeks maupun reksa dana saham. Dari berbagai jenis reksa dana tersebut, ada pilihan syariahnya juga. Selain itu, kita juga bisa memilih reksa dana berdasarkan mata uang rupiah atau USD.

Berdasarkan Asset Under Management (AUM)

Asset under management (AUM) adalah total dana yang dikelola oleh manajer investasi. Semakin banyak dana yang dikelola artinya semakin banyak pula masyarakat yang mempercayai manajer investasi tersebut.

Minimal AUM yang ditetapkan oleh OJK adalah 10 miliar. Jadi, kalau bisa pilih manajer investasi dengan AUM ratusan miliar atau triliunan.

Beli Reksa Dana Di Invesnow 

Reksa dana dapat dibeli di bank, perusahaan sekuritas atau market place reksa dana seperti Invesnow. Invesnow telah terdaftar di OJK sejak tahun 2017 dan memiliki lebih dari 100 produk reksa dana.

why choose Invesnow
Kenapa Pilih Invesnow

Pilihan reksa dana di Invesnow memiliki nilai Bintang 3 ke atas berdasarkan Infovesta. Selain itu minimal AUM pada reksa dana yang ada di Invesnow adalah 25 miliar yang artinya cukup aman untuk terhindar dari kemungkinan likuidasi reksa dana.

Di samping itu, Invesnow berkomitmen untuk memilih bekerja sama dengan manajer investasi terbaik, berpengalaman dan memiliki Corporate Governance yang baik. Dan yang terpenting adalah Invesnow selalu melakukan review berkala terhadap kinerja reksa dana dan juga terhadap manajer investasi.

Bahkan, untuk jumlah investasi tertentu Invesnow akan memantau portofolio lebih mendalam, memberikan laporan bulanan serta evaluasi kinerja reksa dana dan memberikan rekomendasi investasi.

Langkah-langkah Investasi di Invesnow

  • Buka website invesnow.id lalu klik Daftar. Isi data diri dengan email dan nomor handphone aktif lalu verifikasi menggunakan kode OTP yang dikirim ke alamat email.
mendaftar-investasi-invesnow
Investasi di Invesnow

  • Isi Formulir Pembukaan Rekening Nasabah dengan lengkap. Yang perlu disiapkan adalah foto KTP, swafoto dengan KTP, nomor rekening Bank yang akan tertaut dengan rekening nasabah.
  • Isi Profil Risiko yang sesuai.
  • Jika berhasil, akan tampil Portofolio investasi.

portofolio
Portofolio Awal di Invesnow

  • Tunggu dua hari kerja untuk verifikasi data diri.
  • Yeay, sekarang kita siap berinvestasi!

Tentang Money Parenting

Seiring dengan tumbuhnya uangku dari investasi, anak-anakku pun tumbuh semakin besar. Haya, di usianya yang hampir empat tahun mulai bisa menyampaikan keinginannya.

Umma, Haya ingin beli skuter.

Pernah suatu hari Haya tiba-tiba berucap seperti itu padaku. Ibu mana yang tidak ingin buru-buru memenuhi keinginan anaknya? Meski begitu, aku memilih untuk diam sejenak dan berpikir. Setelah itu aku ajak Haya untuk melihat-lihat skuter di toko online. Aku memberitahunya bahwa skuter yang dia inginkan harganya adalah Rp 200.000.

Umma harus kerja dulu agar bisa mendapatkan uang untuk beli skuter. Kalau satu hari Umma mendapat uang dua puluh ribu, nanti sepuluh hari lagi kita bisa beli skuter.

Pelan-pelan aku berbicara pada Haya sambil menatap matanya. Aku melihat ada penolakan dan sekerling air mata yang hampir jatuh. Namun, dengan sedikit penjelasan lagi akhirnya dia mengerti.

Setiap hari Haya bertanya padaku kurang berapa lama untuk beli skuter. Aku memintanya bersabar. Sebagai gantinya aku ajak Haya membayangkan bagaimana serunya nanti bermain skuter. Mata Haya berbinar-binar.

Aku sangat bersyukur kalau mengingat hari saat kami berdua masuk ke dalam toko dan membeli skuter. Dengan bangga aku berterima kasih pada Haya.

Terima kasih ya Haya sudah mau menunggu Umma kerja dan mengumpulkan uang untuk beli skuter. Haya hebat!

Sama seperti ibu-ibu yang lain, aku ingin anakku bisa menghargai uang. Aku ingin mereka tahu bahwa uang tidak datang tiba-tiba. Ada yang hal-hal yang harus dikerjakan untuk mendapatkan uang. Dan karena itu pula, aku ingin anak-anakku kelak bisa mengelola uang yang mereka peroleh dengan baik demi masa depan mereka.

Namun, bagaimana caranya mengajarkan keuangan pada anak-anak? Apalagi pada balita seperti Haya? Yang terpikirkan olehku hanyalah seperti yang sudah aku praktikkan saat membeli skuter. Apakah caraku sudah tepat? Aku belum tahu pasti hingga aku membaca sebuah riset mengenai money parenting yang dilakukan oleh tim Eastspring Investment.

Money parenting adalah proses pembelajaran anak tentang tanggungjawab keuangan dan sosial saat memperoleh uang. Berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh tim Eastspring Investment di Asia, terdapat lima karakter money parenting yang diterapkan oleh para orang tua.

Gaya Money Parenting
5 Gaya Money Parenting

Penasaran dengan style money parenting ini, aku mengikuti kuis Money Parenting style. Dan ternyata, aku adalah The Nurturer atau Sang Pengasuh. Memang benar, bagiku memastikan anak-anak memahami bagaimana cara mengelola dan menumbuhkan uang dengan baik amatlah penting. Aku ingin membersamai mereka dalam hal itu. Karenanya, aku pun terus belajar mengenai pengelolaan keuangan dan how to be a money parent.

Money Parenting Tips

Banyak video dan artikel menarik tentang Money Talks with Parents di situs Eastspring Investment. Dari sana aku belajar bahwa anak-anak tidak hanya perlu belajar mengelola dan menumbuhkan uang melainkan juga dari mana uang berasal dan bagaimana cara membelanjakan uang dengan sadar.

1. Mengenalkan Uang Sejak Dini

Mengenalkan apa itu uang menjadi pondasi dasar dalam hal pengelolaan keuangan. Anak-anak harus mengerti bahwa untuk mendapatkan mainan yang diinginkan atau saat ingin pergi ke playground kita harus memiliki uang untuk membeli dan membayarnya.

2. Uang Bisa Didapat dengan Bekerja

Salah satu cara untuk menyampaikan pada anak bahwa uang bisa didapat dengan cara bekerja adalah dengan membuat kesepakatan dengan anak bahwa mereka akan mendapatkan upah berupa uang setelah melakukan tugas-tugasnya. Tentu saja tugas tersebut disesuaikan dengan usia anak.

Pada usia tiga sampai enam tahun tugas-tugas yang bisa dikerjakan misalnya merapikan mainan dan tempat tidur. Pada usia tujuh hingga 12 tahun kita bisa menugaskan anak-anak untuk melakukan pekerjaan rumah seperti mencuci piring sehabis makan, menyapu rumah, membantu memasak dan sebagainya.

3. Budgeting and Saving

Sering kali banyak hal sekaligus yang diinginkan oleh anak-anak. Namun sayangnya, uang yang diperoleh dari melakukan tugas-tugas rumah belum seberapa. Untuk itu, anak-anak perlu belajar menghitung dan menabung uang mereka. Berapa banyak uang yang harus dikumpulkan, berapa lama waktunya dan untuk apa saja uang yang sudah terkumpul.

4. Mengajarkan Investasi

Pada usia anak yang lebih matang, kita bisa mengajarkan konsep investasi. Bahwa, selain ditabung secara konvensional uang bisa lebih bertumbuh saat kita menempatkannya pada instrumen yang tepat. Tentu saja mengajarkan investasi pada anak harus dibarengi dengan pengenalan profil risiko mereka.

Setelah mendapatkan money parenting dari orang tua, aku harap anak-anak dapat tumbuh dewasa dengan aman, dari segi manapun termasuk keuangan.

5. Memberi Teladan

Anak adalah peniru ulung. Kita bisa memberi teladan pada anak dalam hal memperlakukan uang. Hal yang pertama kali perlu dilakukan saat memperoleh uang adalah membayar tagihan. Ajak anak terlibat dalam proses pembayaran tersebut. Sampaikan pada anak ketika kita ingin membeli sesuatu bahwa kita harus memlunasi kewajiban kita lebih dulu. Lalu perlihatkan bahwa kita bekerja dan menabung untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan itu.

Knowledge is Power

Pengalaman memang merupakan guru terbaik but still knowledge is power. Kita perlu memiliki pengetahuan yang cukup sebagai bekal perjalanan hidup. Dalam hal mengelola uang dan investasi, money parenting lah sebaik-baik bekal.


Referensi:
https://www.eastspring.com/
https://invesnow.id/





Related Posts

There is no other posts in this category.

62 comments

  1. Nahh inii pengen pelajari mengenai investasi. Selama ini masih maju mndur. Thank you infonyaaa jadi tercerahkan­čśŹ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mba. Memang lebih baik dipelajari dulu. Kalau udah punya dasarnya lanjut sambil praktik sedikit demi sedikit. Semangat ya mbaa.

      Delete
  2. Dana darurat nih yang masih jadi PR banget bagiku, pelan-pelan masih nyiapin dana darurat, dan udah jalani investasi juga, persiapan untuk masa depan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mba aku dulu awalnya juga struggling bgt ngumpulin dana darurat. Sering kepakai juga buat kondisi darurat. Yuuk bisa yuuk!

      Delete
  3. Investasi saat ini memang menjadi salah satu kewajiban agar keamanan finansial kedepannya tetap terjaga.
    Saya saat ini juga sedang menerapkan hidup frugal yang hemat dan cermat.

    Invesnow ini bisa jadi salah satu platform pilihan untuk investasi. Dan mengenai money parenting, saya setuju sekali kalau anak sudah diajari tentang makna uang sejak dini. Minimal mereka tahu kalau mau sesuatu gak bisa secara instan.

    Terima kasih insightnya Mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat banget mbak. Sejak belajar investasi aku juga mulai menerapkan hidup frugal dan minimalis. Pengennya segera mencapai financial independent and retire early. Semoga yaaa. Yuuk sambil lakukan money parenting ke anak2.

      Aku memang baru banget investasi di Invesnow dan salut customer servicenya responsif.

      Delete
  4. Mengenalkan uang ini tantangan bangetku.. makasih sharingnya mom

    ReplyDelete
    Replies
    1. You are not alone mom. Yukk sama2 aku juga terus belajar.

      Delete
  5. terimkasih sharingnya kak, penting banget money parenting agar anak menghargai uang dan bisa menggunakannya dengan bijak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget kak. Agar anak2 kelak bisa lebih bijak dlm mengelola uang yaa.

      Delete
  6. Tidak mudah mengubah niat harus bisa nabung ya kak. Akupun ngerasain juga. Money parenting memang penting agar ada dana di kudian hari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak awalnya emang berat apalagi kl suka belanja. Aku sekarang lebih suka lihat nominal investasi drpd belanja nih akhirnya.

      Delete
  7. Dulu saya itu selalu memenuhi apa yang saya inginkan, Mbak. Akhirnya uang tabungan seadanya saja. Sampai akhirnya saya sadar, harus ada dana masa depan. Salah satunya dengan investasi reksadana. Saya pun pilih Reksadana pendapatan tetap yang pas untuk freelance. Walau keuntungan tidak besar, tapi dana kapan saja bisa dicairkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. RDPT udah lumayan loh Pak. Cocok untuk jangka menengah ya. Semoga nanti bisa terpenuhi ya pak tujuan keuangannya.

      Delete
  8. Memiliki investasi itu penting demi keamanan keuangan di masa depan, ya. Namun tetap saja kita harus berhati-hati dan waspada dengan beberapa hal yang harus dipahami sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, sebelum memulai apapun itu memang sebaiknya belajar dulu termasuk investasi. Maka juga penting bagi kita mengajarkan investasi pada anak sejak dini yaa. Money parenting ini buatku benar2 jadi panduan untuk mengenalkan uang pada anak2.

      Delete
  9. Saya masih belajar tentang investasi dalam jenis reksadana. Baca tulisan Mbak Palupi ini jadi tercerahkan, apalagi ditambah informasi tentang money parenting, biar nanti sama-sama belajar orang tua dan anaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kak aku juga masih terus belajar. Setiap mau beli reksa dana juga selalu baca fund fact sheetnya dulu.

      Delete
  10. Sharing yang bermanfaat banget tentang investasi dan money parenting ini. Selama ini kita hanya dihimbau untuk menabung, padahal agar uang 'bekerja' harus diinvestasikan pada produk2 yg sesuai ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak dari kecil kita diajari nabung juga padahal kita juga butuh bisa mengelola uang. Kita juga harus tau gimana cara mencari uang, membelanjakannya dan membuat uang bekerja untuk kita.

      Delete
  11. Iya ya. Mengenalkan uang kepada anak sejak dini dan memberi pengertian bahwa uang nggak didapat dengan mudah, bisa banget jadi awal pengetahuan anak tentang menabung dan berinvestasi ya Mba. Boleh nih saya tiru sedikit caranya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mba, pondasi awal emang anak harus tau asal uang agar bisa membelanjakannya dengan lebih bijak yaa.

      Delete
  12. Deh Haya pinter banget dehh, masih kecil sudah bisa sabar dan mengerti penjelasan dari ibunya. Semoga jadi anak sholihah ya deh Haya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Terima kasih yaa kak doanyaa. Haya juga terus belajar mengelola uang nih walaupun masih receh2 ajaa.

      Delete
  13. saya lagi senang banget belajar dan membaca informasi apapun terkait dengan finansial, karena saya butuh ini untuk cerdas dalam mengelola keuangan, padahal bagusnya ya memang belajar dari kecil soal ini. dengan baca artikel ini jadi nambah ilmu untuk melakukan edukasi money parenting ke anak-anak sejak dini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senang sekali mbaa kalau info yg sedikit ini bisa bermanfaat. Tentang money parenting selengkapnya bisa dibaca di web Eastspring Investment. Nggak hanya artikel di sana juga banyak video yg inspiratif ttg keuangan.

      Delete
  14. Wah dana darurat daku yang seharusnya dikumpulkan adalah 3x lipatnya pengeluaran ya.
    Wuuaah belum sampe.
    Pengelolaan keuangan seperti ini yang terlewatkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangaatt mbaa kumpulin dana darurat. Pelan-pepan sajaaa.

      Delete
  15. Aku juga gitu sih mba mengajari anak-anak. Penting memang mengajarkan money parenting agar anak-anak bisa belajar dan menghargai uang. Jadi misalnya pengen apa ya aku bilang, kamu harus nabung dulu. Ngga semua yang dipengenin bisa langsung terbeli saat itu juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toss mbaak. Sama banget ya kita. Sekalian ngajarin anak untuk sabar.

      Delete
  16. Intinya komunikasi harus lancar antara suami dan istri. Penghasilan bisa dikelola bersama. Kekurangannya jg bs dipikir bersama. Emg awal2 nikah, terutama buat yg bkn dr keluarga berada ya emg hrs menderita bersama sih. Itulah enaknya nikah.

    Nah pas punya anak, hrs ngatur duit lagi tuh. Hrs pintar2 cari produk investasi nih biar duit ga hbs mulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Pak. Kalau komunikasi nggak lancar keuangan bakal makin ambyar. Lebih bagus lagi kalau mau sama2 belajar investasi yaa jadi bisa diskusi terus untuk memilih produk yang oke.

      Delete
  17. Baru sadar kalau money parenting ternyata penting banget untuk melatih kebiasaan anak dalam mengatur keuangan sejak dini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penting banget kak. Semoga dengan ngajarin tentang uang sejak dini bikin anak2 kelak bisa lebih dewasa dan bijak mengelola uang.

      Delete
  18. Dana darurat memang penting. Cuma agak susah kalau penghasilannya tidak tetap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa mbak, kalau penghasilan nggak tetap memang lebih sulit yaa ngatur uangnya. Self control juga harus lebih oke. Pas dapat uang banyak buru2 aja masukin dana darurat biar nggak kepake. Instead of tabungan better langsung ke reksa dana.

      Delete
  19. Wah ulasannya bagus banget nih kak. Bakal aku pelajarin biar nanti kalau udah menikah dan dikaruniai buah hati, siap memberikan wejangan money parenting. Karena emang sepenting itu yah ngajarin soal finansial ke anak, makin dini makin baik!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kak, semoga bermanfaat yaaa. Semoga berhasil juga melakukan money parenting kelak.

      Delete
  20. Bener banget mba, penting banget memahamkan dan mengajarkan pada anak soal pengelolaan keuangan sejak dia kecil yaa, Semua demi diri sendiri dan masa depannya sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mbak, biar anak2 bisa bijak dalam membelanjakan uang, mengelola dan bisa berinvestasi di instrumen yang cocok untuk mereka.

      Delete
  21. yes, pelan-pelan aku juga udah benahin pengaturan keuangan nih, ga cuma fokus soal tabungan dan investasi masa depan tapi juga soal asuransi kesehatan dan jiwa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asiiikkk, aku juga udah concern nyari asji yang oke nih mbak.

      Delete
  22. aku sudah mulai memperkenalkan sih investasi minimal investasi emas, jadi tiap mau invest aku selalu liatin ke anakku progressnya sudah berapa gram, dia jadi super excited juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah keren bun. Btw emas lagi naik loh ini yeayyy!

      Delete
  23. Berdasarkan langkah yang dilakukan, maka bisa diketahui jenis investasi apa yang sesuai dan cocok dengan kondisi keuangan kita. Dan literasi keuangan adalah pelajaran anak usia dini yang dimulai dari kebiasaan orangtua dalam membelanjakan dan menginvestasikan uang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak, intinya kenali diri dulu lalu tentukan jangka waktu investnya.

      Delete
  24. Lengkap banget mbak blognya, aku sukaaa hehehe. Anw aku nih masih agak bingung soal instrumen investasi apa yang mau dipakai. Tapi apa lebih baik mendiversifikasi ya, biar ga di satu tempat aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbaaak. Kalau bingung tinggal bikin tabel aja mbak, tipe investornya apa, tujuannya berapa lama. Ntar keliatan kok instruen yang cocok apa.

      Delete
  25. Lengkap banget penjelasannya. Jadi makin paham pengelolaan keuangan pribadi. Belajar lagi tentang investasi deh jadinya biar ngga parno duluan sebelum nyoba.

    ReplyDelete
  26. Langkahnya udah pas banget ya kak. Super lengkap pula penjelasannya. Bermanfaat banget buat kita yang lagi berusaha sebaik mungkin mengatur keuangan biar jangan sampe nggak ada uang apalagi di saat darurat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kita selalu bisa menghadapi kondisi darurat dan siap ya mbaak.

      Delete
  27. Lengkap banget penjelasannya Mbak.... saya beberapa kali melihat klu investasi sering mengklaim bisa untuk hari tua atau pendidikan anak, ada yang bilang jadi bagian dari pengaturan keuangan. Mengatur keuangan memang sangat penting, terutama bagi yang biasa jajan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Naaahh kalau biasa jajan pasti endingnya bertanya2 ke mana uangku selama ini kok ga keliatan jejaknya hehehe.

      Delete
  28. Dudududududu.... Ini PR aku banget kak. Bagaimana kita melihat performa cashflow bulanan dengan cara mencatat semua pengeluaran dan pemasukan dengan rinci dalam satu bulan. Sampai sering di tegur suami karena pencatatan failed melulu. hiksss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu aku juga sering keskip kok mbak, baru setahun ini bener2 detil nyatat cashflow.

      Delete
  29. ulasan mengenai investasi dan money parentingnya lengkap banget ini kak. Saya sepertinya tipe moderat deh dalsam berinvestasi. hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama dong kak, aku juga moderat nihhh. Lagi suka invest ke RDPT n RDPU aja.

      Delete
  30. Investasi mau ga mau tu harus sih... buat melindungi aset dan juga minimal saat kita tiada ada yang kita berikan untuk penerus kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mbak, buat melawan inflasi nih.

      Delete
  31. Yang jadi PR buat aku nih dana darurat sebesar 12 kali dan beli asuransi jiwa buat suami. Semoga ya rejeki dilancarkan. Aamiin. Karena dana darurat dan asuransi jiwa tuh penting banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Aku pun baru mau cari2 asji yang oke sih. Kemarin udah kepoin asji syariah dari Prudential yaitu PruCinta sepertinya bakal cocok buat aku.

      Delete

Post a Comment